Salam kenal saya Dinda Rosalind, admin 12shio5. Selamat datang di situs Syair Dinda, tempat prediksi togel dan majalah dewasa, informasi tentang berita seks, kesehatan, dan cerita dewasa.

Kamis, 30 April 2020

Benarkah Miss V Bisa Longgar karena Sering Bercinta?


Syair Dinda - Anggapan Miss V longgar karena berhubungan seks setiap hari rupanya hanya mitos belaka. Para ahli obstetri dan ginekologi dunia tidak menyetujui perihal anggapan tersebut.
Vagina cukup elastis dan mengembang sehingga memungkinkan penggunaan tampon, alat kontrasepsi, dan aktivitas seks.

"Ini kesalahpahaman terhadap miss V. Vagina terdiri dari banyak otot yang mendukung kinerja dasar panggul," kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi Lauren Averbuch, dikutip dari Refinery29.

"Otot-otot ini dapat mengencang dan rileks tergantung kondisi tertentu seperti saat klimaks," tambahnya.

Selama wanita bergairah secara seksual, otot-otot vagina menjadi rileks. Kondisi ini memungkinkan seks penetrasi. Otot-otot ini rileks secara perlahan, itulah sebabnya pemanasan bisa menjadi sangat penting.

Tetapi ketika kamu tidak terangsang, otot-otot dasar panggul menegang kembali setelah berhubungan seks.

"Mencoba posisi seksual yang berbeda terkadang dapat mengubah seberapa ketat atau longgar miss V. Tentunya, ini dapat meningkatkan kepuasan seksual bagi kedua pasangan," ujarnya.

Ada beberapa hal yang bisa melemahkan otot dasar panggul, melahirkan adalah faktor utama. Penyebab potensial lainnya termasuk menopause, cedera traumatis, dan kanker ginekologis.

"Pada umumnya, disfungsi dasar panggul diobati dengan latihan kegel atau terapi fisik dasar panggul. Kalau kasus yang serius, dokter bisa merekomendasikan perawatan tambahan, seperti pemberian obat atau operasi," tambahnya.

Dalam hal ini, berhubungan seks terlalu banyak, bahkan setiap hari tidak akan membuat vagina longgar. Kamu tetap aman dan menikmati kepuasan seksual.
Share:

4 Manfaat yang Didapatkan Tubuh pada Saat Berpuasa


Syair Dinda - Saat berpuasa, kita tidak boleh makan dan minum selama lebih dari 12 jam. Selama itu pula tubuh tidak akan menerima asupan nutrisi.
Kurangnya asupan nutrisi selama berpuasa bukan berarti membuat tubuh menjadi tidak sehat. Justru tubuh akan mendapatkan banyak manfaat ketika seseorang sedang berpuasa.

Berikut ini adalah hal-hal yang dirasakan pada tubuh saat berpuasa, seperti dikutip dari Huffpost.

1. Berat badan turun
Dr John Morton, seorang ahli bedah bariatrik mengatakan berpuasa bisa menurunkan berat badan, karena jumlah kalori yang dimakan akan jauh lebih sedikit.

Selain itu, waktu makan yang hanya delapan jam sehari juga bisa mengurangi kemungkinan makan besar sebelum tidur. Saat tidur, metabolisme tubuh akan turun dan kalori yang dibakar pun akan menjadi lebih sedikit, sehingga makan di malam hari bisa meningkatkan risiko terkena obesitas dan diabetes.

"Puasa benar-benar bisa mencegahmu melakukan beberapa hal buruk seperti makan besar sebelum tidur," kata Morton.

2. Menyehatkan usus
Berpuasa bisa meringankan kerja usus, karena sistem pencernaanmu tidak akan berurusan dengan berbagai macam makanan tidak sehat yang justru bisa memperburuk kondisi kesehatan.

"Dengan berpuasa, kita meringankan kerja sistem pencernaan secara keseluruhan," ucap Sharon Zarabi, ketua program diet dan bariatrik di Rumah Sakit Lenox Hill, Amerika Serikat.

3. Mengurangi risiko terkena penyakit kronis
Menurut sebuah studi, berpuasa bisa mengurangi terjadinya peradangan di dalam tubuh, sehingga risiko terkena penyakit kronis seperti diabetes, jantung, kanker, dan radang usus akan berkurang.

4. Menyehatkan jantung
Puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan trigliserida atau lemak pada darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Tetapi semua itu tidak akan terjadi jika kamu tidak berfokus pada penurunan berat badan atau justru malah makan sembarangan setelah berbuka puasa.

"Selama kamu menurunkan berat badan, kamu akan meningkatkan semua hal itu," ujar Morton.
Share:

Piala Dunia 2022 pun Masih Bisa Terimbas Virus Corona


Syair Dinda - Pandemi virus Corona saat ini bukan cuma sudah berdampak pada sejumlah event olahraga di tahun 2020. Seorang anggota executive committee (Exco) UEFA memprediksi Piala Dunia 2022 pun bisa terimbas.
Piala Dunia 2022 memang baru akan berlangsung di Qatar pada 21 November-18 Desember. Tapi Lars-Christer Olsson, anggota Exco UEFA, berpendapat bahwa masih ada kemungkinan ajang itu akan kena dampaknya.

Hal itu dikatakannya dalam webinar Soccerex yang dilansir ESPN. Saat ditanya seberapa lama kalender olahraga internasional bisa terimbas virus Corona, Olsson menjawab, "Saya pikir mungkin 2-3 tahun."

"Jika virusnya terus berkembang jadi lebih serius daripada yang sudah ada sekarang, sudah pasti akan ada masalah dengan kalender internasional," ucapnya.

Selain situasi pandemi COVID-19 saat ini, prediksinya itu tidak lepas dari fakta bahwa sejumlah ajang sepakbola di dunia saat ini pun sudah terdampak, dengan liga-liga domestik yang belum bisa bergulir lagi dan Piala Eropa 2020 mundur ke tahun depan.

"Ketika sejumlah kompetisi dimundurkan ke tahun berikutnya... dan ketika ada Piala Dunia Qatar di tengah-tengah musim kompetisi Eropa dan Anda harus memasukkan kompetisi domestik dan internasional."

"Namun, saya pikir kita masih haurus menunggu untuk melihat bagaimana itu akan berdampak pada seluruh kegiatan ini," tutur pria yang juga presiden liga-liga Eropa tersebut.
Share:

Rabu, 29 April 2020

Kenali 14 Zat Gizi untuk Imunitas Agar Tubuh Tak Mudah Terserang Corona


Syair Dinda - Sistem imun atau kekebalan tubuh adalah benteng utama pertahanan terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Selain menjaga kebersihan dengan cuci tangan dan menggunakan masker, asupan gizi yang baik juga sangat penting agar tak mudah terserang penyakit terutama di pandemi virus Corona COVID-19 seperti saat ini.
Zat gizi baik mikro dan makro sangat diperlukan untuk fungsi imunitas tubuh yang diperoleh dari konsumsi makanan beragam dan seimbang sesuai kebutuhan.

Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan (PKGK) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Ir Ahmad Syafiq, MSc, PhD, mengatakan untuk menjaga kondisi tubuh tetap optimal dibutuhkan imunitas yang tangguh untuk dapat mendukung tubuh beradaptasi dengan berbagai macam virus dan penyakit.

"Untuk menjaga imunitas, kita memerlukan beragam asupan gizi, salah satunya protein hewani yang tentunya dikonsumsi sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Kalau kurang gizi, sistem imun turun karena zat gizi yang diperlukan tidak tersedia," jelas Ahmad dalam diskusi online pada Rabu (29/4/2020).

Adapun zat gizi yang diperlukan tubuh antara lain:

1. Asam amino esensial: daging ayam, daging sapi, ikan, susu, dan telur
2. Asam lemak esensial: ikan kembung, ikan laut
3. Vitamin A: minyak ikan, hati sapi, hati ayam, wortel, dan kuning telur
4. Asam folat: hati sapi, sayuran hijau, buah, kacang-kacangan
5. Vitamin B6: hati ayam, daging ayam, daging sapi, ubi jalar
6. Vitamin B12: hati ayam, kerang, ikan, susu, tahu, yogurt
7. Vitamin C: jambu biji, brokoli, pepaya, jeruk, lemon, stroberi
8. Vitamin D: daging merah, hati ayam, kuning telur, susu fortifikasi
9. Vitamin E: kuaci, almond, minyak jagung, margarin, minyak zaitun
10. Zinc: hati sapi, hati ayam, susu, kacang merah, kuning telur, tempe
12. Tembaga: makanan laut, hati sapi, kacang-kacangan, cokelat
13. Zat besi: hati sapi, telur, daging ayam, daging sapi
14. Selenium: ikan laut, udang, daging ayam, daging sapi, telur, susu

Dianjurkan juga untuk makan makanan yang beraneka ragam. Sebab zat gizi yang diperlukan agar fungsi imun bisa bekerja dengan baik cukup banyak.

"Hampir tidak ada makanan yang mengandung semuanya sehingga disarankan untuk fokus ke makanan yang mengandung beberapa sumber zat gizi dalam satu kali makan," pungkasnya.
Share:

Piala Thomas dan Uber 2020 Jadi Oktober, PBSI: Waktunya Ideal


Syair Dinda - PP PBSI merespons keputusan Badminton World Federation (BWF) memundurkan kembali jadwal Piala Thomas dan Uber 2020. Oktober disebut sebagai waktu yang ideal.
Awalnya, Piala Thomas dan Uber akan bergulir 16-24 Mei 2020 di Aahur, Denmark. BWF kemudian menundanya ke 15-23 Agustus setelah wabah virus corona meluas secara global.

Kini, BWF kembali menunda lagi-lagi imbas COVID-19. Pemerintah Denmark mengeluarkan kebijakan larangan berkegiatan dalam skala besar sampai Agustus, sehingga pelaksanaan turnamen beregu itu paling mungkin digelar 3-11 Oktober 2020.

Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto menyambut positif keputusan itu. Pasalnya, dia memprediksi bahwa virus Corona sudah mereda di bulan Agustus sehingga atletnya bisa melakukan persiapan normal.

"Kalau lihat perkiraan di Indonesia, puncak COVID-19 akan ada di bulan Mei, jadi Juli atau Agustus mudah-mudahan sudah bisa normal. Kalau perkiraan ini tepat, saya rasa Oktober ini waktu yang ideal," kata Budiharto dalam rilis yang diterima detikSport, Rabu (29/4/2020).

"Artinya, kami punya waktu dua bulan (Agustus-September untuk mematangkan persiapan. Meskipun, semua sangat bergantung pada turnamen sebelumnya," ucapnya.

Hal ini, sebut Budiharto, berkaitan penyusunan strategi persiapan atlet dan pemanasan Kevin Sanjaya dkk setelah lebih dari sebulan tanpa kompetisi.
Share:

Selasa, 28 April 2020

Minum Air Hangat Vs Dingin, Mana yang Lebih Baik untuk Buka Puasa?


Syair Dinda - Di bulan Ramadhan, sebagian muslim yang menjalankan ibadah puasa mungkin ada yang lebih senang berbuka dengan air hangat atau air dingin. Kira-kira apakah perbedaan suhu ini ada pengaruhnya untuk kesehatan?
Ahli penyakit dalam dr Tengku Bahdar Johan, SpPD, dari RS Premier Bintaro pernah menjelaskan bahwa sebaiknya buka puasa dengan minum air hangat. Ini karena air hangat dapat membantu saluran cerna bekerja lebih baik dengan menjaga aliran di pembuluh darah tetap lancar.

Sementara itu air es yang dingin meski terasa menyegarkan dapat membuat pembuluh darah jadi menciut. Dampaknya gerakan peristaltik bisa jadi terpengaruh.

Gerakan peristaltik adalah gerakan yang terjadi pada otot-otot di saluran pencernaan. Gerakan inilah yang mendorong makanan di dalam tubuh.

"Minum es dapat menciutkan pembuluh darah, akibatnya gerakan peristaltik menjadi terganggu. Itu sebabnya ada orang yang habis minum es perutnya langsung terasa tidak enak karena pembuluh darahnya menciut," kata dr Bahdar.

dr Bahdar juga menyarankan sebaiknya saat berbuka jangan terlalu banyak makan makanan manis, terutama untuk orang yang diabetes. Bila ingin yang manis, pilihlah rasa manis dari buah seperti kurma.
Share:

Olimpiade Tokyo di 2021 Mungkin Saja Batal Digelar


Syair Dinda - Tidak bisa dipastikan kapan pandemi virus corona di dunia akan selesai. Andai wabah masih berlangsung sampai 2021, maka Olimpiade Tokyo bisa batal digelar.
Kejuaraan dunia multicabang itu seharusnya digelar pada musim panas ini. Namun, karena krisis virus corona Olimpiade mesti diundur setahun dengan jadwal baru yang dimulai dari 23 Juli tahun depan.

Sementara itu para pakar kesehatan meragukan Olimpiade Tokyo bisa diselenggarakan pada 2021 apabila vaksin atau obat yang efektif bisa menyembuhkan COVID-19 belum ditemukan. Presiden Olimpiade Tokyo Yoshiro Mori, menegaskan, kejuaraan tidak mungkin lagi mundur sehingga akan dibatalkan.

"Tidak. Kejuaraan akan dihentikan," jawab Mori kepada Nikkan Sport saat ditanya apakah mungkin Olimpiade Tokyo ditunda lagi.

"Olimpiade pernah batal digelar di masa lalu karena masalah-masalah seperti perang. Sedangkan kita sekarang sedang bertarung melawan musuh yang tidak terlihat.

Namun demikian, Mori tetap optimistis Olimpiade Tokyo bisa dilangsungkan di 2021. "Olimpiade ini akan lebih bernilai ketimbang Olimpiade-Olimpiade sebelumnya apabila kita bisa lolos setelah memenangi peperangan ini."

"Kita harus mempercayainya, kalau tidak kerja keras dan usaha kami tidak akan dihargai.



Share:

Senin, 27 April 2020

765 Meninggal dari 9.096 Kasus, Tingkat Kematian Corona RI 8,41 Persen


Syair Dinda - Pemerintah pada hari Senin (27/4/2020) mengumumkan total kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia menjadi 9.096 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 765 di antaranya meninggal dunia sementara 1.151 orang lain dinyatakan sembuh.
"Konfirmasi positif sebanyak 214, sehingga jumlahnya menjadi 9.096. Kasus sembuh bertambah 44 orang, sehingga akumulasinya menjadi 1.151 orang. Kasus meninggal bertambah 22 orang, sehingga akumulasinya menjadi 765," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Senin (27/4/2020).

Dengan data tersebut artinya tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) virus Corona di Indonesia saat ini ada di angka 8,41 persen. Terjadi sedikit peningkatan dari hari Minggu kemarin yang angkanya 8,36 persen.

Data yang dihimpun oleh Research Center Johns Hopkins University menunjukkan rata-rata CFR wabah Corona di dunia saat ini ada di angka 6,94 persen persen.

Amerika Serikat (AS) masih ada di urutan pertama sebagai negara dengan jumlah kasus Corona terbanyak yaitu 965.933 kasus. Berikutnya adalah Spanyol sebanyak 226.629 kasus positif dan Italia 197.675 kasus positif.

Sebagai perbandingan AS memiliki CFR Corona 5,68 persen, Spanyol 10,23 persen, dan Italia 13,47 persen.
Share:

F1 2020 Start Awal Juli di GP Austria


Syair Dinda - Balapan F1 menjadi salah satu gelaran olahraga yang terimbas virus Corona. Tapi paling tidak kini sudah ada pengumuman ancar-ancar tanggal start F1 2020.
Perkembangan terkini itu datang dari CEO F1 Chase Carey lewat situs resmi F1, Senin (27/4/2020). "Kami menargetkan start balapan di Eropa mulai Juli, Agustus, dan awal September, dengan balapan pertama di Austria pada akhir pekan 3-5 Juli."

"September, Oktober, dan November, kami akan membalap di Eurasia, Asia, Amerika, menuntaskan musim pada bulan Desember dengan balapan di Bahrain sebelum seri penutup tradisional di Abu Dhabi, setelah menuntaskan antara 15-18 balapan."

"Kami akan mempublikasikan kalender final sesegera mungkin," tambah pernyataan itu.

Disebutkan pula bahwa kesehatan dan keamanan semua pihak yang terlibat masih tetap jadi prioritas otoritas F1 sehingga, "kami cuma akan lanjut terus setelah yakin memiliki prosedur andal untuk mengantisipasi risiko dan kemungkinan masalah."

Pengumuman ini datang setelah GP Prancis diumumkan batal terselenggara, menyusul GP Monako dan GP Australia yang sudah lebih dulu dipastikan takkan digelar tahun ini. Pandemi virus Corona juga sudah membuat tujuh seri balapan F1 2020 mengalami penundaan.
Share:

Takut Dehidrasi Saat Puasa? Ini Tips untuk Mencegahnya


Syair dinda - Berpuasa artinya menahan lapar dan dahaga di siang hari. Meski banyak yang tahan-tahan saja tak makan, nggak sedikit mengaku tak kuat menahan haus sehingga rentan mengalami dehidrasi.
Hal ini bisa dialami oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, lansia, penderita diabetes, penyakit ginjal, dan penyakit kronis lainnya. Tak hanya itu, bagi mereka yang masih beraktivitas di luar pun juga rentan dehidrasi.

Faktor lain yang bisa menyebabkan dehidrasi, yaitu diare, muntah, demam tinggi, atau buang air terlalu sering. Gejala yang muncul saat dehidrasi mulai dari mulut kering, kulit keriput dan kering, lemas, kurang konsentrasi, cepat lelah, sulit buang air kecil, sembelit, dan aritmia jantung.

Untuk mencegahnya terjadi selama berpuasa, Hamad.qa punya tips-tipsnya seperti berikut ini.

1. Minum 8-12 gelas air antara waktu berbuka sampai sahur
Tips yang pertama, dianjurkan minum air 8-12 gelas setiap harinya. Dari waktu berbuka hingga sahur keesokan harinya. Disarankan minum air hangat, karena lebih mudah diserap tubuh dibandingkan air dingin.

Selain minum air, bisa juga mengkonsumsi sup, buah, dan sayur yang merupakan sumber cairan yang baik. Contohnya seperti semangka, tomat, mentimun, anggur, dan buah lainnya yang mengandung banyak air.

2. Hindari penggunaan garam dan rempah yang berlebihan
Saat berbuka atau sahur hindari makanan yang mengandung banyak rempah-rempah. Ini bisa membuat orang yang memakannya akan merasa sangat haus dan keinginan untuk minum semakin besar.

Selain itu, asupan garam juga harus dijaga. Mengkonsumsi makanan yang tinggi kadar garamnya juga bisa meningkatkan rasa haus.

3. Kurangi konsumsi makanan manis
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan yang tinggi kadar gulanya bisa meningkatkan rasa haus. Untuk menggantinya, kamu bisa mengkonsumsi buah yang mengandung air dan memiliki rasa manis yang alami.

4. Hindari dulu kafein dan nikotin
Kafein merupakan zat diuretik alami yang bisa meningkatkan keinginan untuk buang air kecil dan haus. Selama berpuasa, dianjurkan untuk menghindarinya, seperti minuman berenergi dan berkarbonasi, teh, terutama kopi.

Selain itu, dianjurkan juga untuk mengurangi kebiasaan merokok selama puasa. Merokok dapat memicu mulut menjadi kering dan mudah haus.

5. Hindari aktivitas di luar ruangan yang terkena paparan matahari langsung
Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) rupanya tidak hanya bermanfaat untuk mencegah penyebaran Corona, tetapi bisa mengurangi risiko dehidrasi. Saat tubuh terkena temperatur panas matahari secara langsung, tubuh akan mudah dehidrasi atau kekurangan cairan.
Share:

Minggu, 26 April 2020

743 Meninggal dari 8.882 Kasus, Tingkat Kematian Corona RI 8,36 Persen


Syair DInda - Pemerintah pada hari Minggu (26/4/2020) mengumumkan total kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia menjadi 8.882 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 743 di antaranya meninggal dunia sementara 1.107 orang lain dinyatakan sembuh.
"Jumlah kasus yang terkonfirmasi adalah 8.882, pasien yang sembuh 1.107 sementara yang meninggal 743," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Minggu (26/4/2020).

Dengan data tersebut artinya tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) virus Corona di Indonesia saat ini ada di angka 8,36 persen.

Data yang dihimpun oleh Research Center Johns Hopkins University menunjukkan rata-rata CFR wabah Corona di dunia saat ini ada di angka 7 persen.

Amerika Serikat (AS) masih ada di urutan pertama sebagai negara dengan jumlah kasus Corona terbanyak yaitu 939.249 kasus. Berikutnya diikuti Spanyol sebanyak 223.759 kasus dan Italia 195.351 kasus.

Sebagai perbandingan AS memiliki CFR Corona 5,74 persen, Spanyol 10,23 persen, dan Italia 13,50 persen.
Share:

Senyum Valentino Rossi Sempat Bikin Maverick Vinales Bingung


Syair Dinda - Ini merupakan musim keempat Maverick Vinales menjadi rekan setim Valentino Rossi. Di dua musim pertama, Vinales dibikin bingung dengan senyuman Rossi.
Vinales bergabung ke tim pabrikan Yamaha di awal musim 2017. Di tim tersebut ada Rossi yang menjalani periode keduanya bersama tim tersebut sedari 2013.

Musim ini akan menjadi yang terakhir Vinales dan Rossi bahu-membahu di tim Yamaha. Kontrak The Doctor akan habis di akhir musim ini dan Yamaha telah memastikan tak lagi diperkuat dirinya per tahun 2021.

Masa depan Rossi selepas tak lagi membela Yamaha masih jadi tanda tanya; apakah masih lanjut balapan di MotoGP atau pensiun. Yang pasti, Vinales sudah banyak belajar dari Rossi. Salah satunya adalah bagaimana caranya bisa tetap tersenyum.

"Kami berdua melewati masa-masa sulit di Yamaha, di bagian akhir '17 dan 2018, dan Valentino senantiasa tersenyum, saat itu aku tak mengerti kenapa," kata Vinales.

"Dari dirinya, aku belajar untuk tetap gembira, walaupun keadaan tidak berjalan sebagaimana yang kamu inginkan," ucapnya seperti dilansir GPOne.com.
Share:

7 Manfaat Konsumsi Kurma Bagi Tubuh Saat Berbuka Puasa


Syair Dinda - Memasuki Ramadhan, salah satu makanan yang identik dengan bulan ini adalah kurma. Tak hanya lezat, kurma ternyata mengandung banyak manfaat dan khasiat yang baik untuk kesehatan tubuh.
Kurma diketahui kaya akan gizi dan nutrisi. Selain itu kurma juga mengandung sejumlah vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang baik untuk mencegah penyakit.

Berikut 7 manfaat kurma yang baik untuk kesehatan, dikutip dari Syair Dinda:

1. Bergizi
Kurma merupakan buah yang kaya akan gizi. Buah ini mengandung beberapa vitamin, salah satunya B6. Selain itu kurma juga mengandung mineral, serat dan juga antioksidan yang baik untuk tubuh.

2. Kaya akan serat
Kurma mengandung banyak serat yang baik untuk kesehatan tubuh. Satu kurma diketahui mengandung tujuh gram serat. Kandungan serat dalam kurma dapat bermanfaat mencegah sembelit, serta melancarkan buang air besar (BAB).

3. Tinggi kandungan antioksidan
Dibandingkan buah lain, kurma mengandung beberapa jenis antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari penyakit. Tiga jenis antioksidan yang terdapat di dalam kurma, di antanya flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik. Ketiganya diyakini dapat menangkal dan mengurangi penyakit kronis, seperti diabetes, alzheimer, jantung, kanker hingga diabetes.

4. Cegah penyakit alzheimer
Sebuah studi menemukan bahwa kurma bermanfaat untuk menurunkan penanda inflamasi, seperti interleukin (IL-6) di otak. Kandungan flavonoid pada kurma ini dikenal dapat meningkatkan kesehatan pada otak dan mengurangi peradangan serta mencegah penyakit alzheimer.

5. Membantu persalinan pada wanita
Mengkonsumsi kurma pada masa kehamilan dapat meningkatkan dilatasi serviks dan membantu persalinan pada wanita. Kurma mengandung tanin, senyawa yang terbukti membantu memfasilitasi wanita saat mulai kontraksi dan membantu persalinan.

6. Pemanis alami yang baik
Kurma mengandung fruktosa, yang merupakan jenis gula alami yang ditemukan dalam buah. Rasa manis dalam kurma dapat menjadi pemanis alami yang sehat dibandingkan gula putih.

7. Tingkatkan kesehatan tulang
Kandungan beberapa mineral dalam kurma, seperti fosfor, kalium, kalsium dan magnesium dapat meningkatkan kesehatan tulang. Kandungan ini bermanfaat dapat mencegah osteoporosis pada tulang.
Share:

Sabtu, 25 April 2020

720 Meninggal dari 8.607 Kasus, Tingkat Kematian Corona RI 8,36 Persen


Syair Dinda - Pemerintah pada hari Sabtu (25/4/2020) mengumumkan total kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia menjadi 8.607 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 720 di antaranya meninggal dunia sementara 1042 orang lain dinyatakan sembuh.
"Konfirmasi positif sebanyak 396, sehingga jumlahnya menjadi 8.607. Kasus sembuh bertambah 40 orang, sehingga akumulasinya menjadi 1.042 orang. Kasus meninggal bertambah 31 orang, sehingga akumulasinya menjadi 720," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Sabtu (25/4/2020).

Dengan data tersebut artinya tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) virus Corona di Indonesia saat ini ada di angka 8,36 persen. Terjadi sedikit penurunan dari hari Jumat kemarin yang angkanya 8,39 persen.

Data yang dihimpun oleh Research Center Johns Hopkins University menunjukkan rata-rata CFR wabah Corona di dunia saat ini ada di angka 7,01 persen.

Amerika Serikat (AS) masih ada di urutan pertama sebagai negara dengan jumlah kasus Corona terbanyak yaitu 905.333 kasus. Berikutnya diikuti Spanyol sebanyak 219.764 kasus dan Italia 192.994 kasus.

Sebagai perbandingan AS memiliki CFR Corona 5,73 persen, Spanyol 10,25 persen, dan Italia 13,45 persen.
Share:

Hati-hati, Ini Jenis Takjil yang Sebaiknya Dihindari Saat Berbuka Puasa


Syair Dinda - Takjil atau makanan ringan umumnya selalu menjadi pembuka di saat buka puasa. Meski hampir semua macam takjil itu memiliki rasa yang enak, tetapi apakah ada yang sebaiknya dihindari untuk dijadikan menu buka puasa?
Menurut dokter spesialis gizi dari Rumah Sakit Pondok Indah, dr Diana F Suganda, SpGK, MKes, saat berbuka puasa sebaiknya hindari mengonsumsi takjil yang mengandung banyak lemak.

"Takjil-takjil kan banyak yang bersantan, sementara kalau lemaknya tinggi akhirnya pencernaan jadi nggak terlalu bagus," kata dr Diana kepada Syair Dinda, Sabtu (25/4/2020).

"Kalau banyak lemak, kalorinya juga tinggi dan dalam jangka panjang bisa membuat obesitas, dan seharian (perut) sudah kosong tiba-tiba dikasih lemak kan itu susah dicerna. Biasanya kalau langsung lemak akhirnya kembung dan nggak nyaman perutnya," lanjutnya.

Menurutnya saat berbuka puasa sebaiknya jangan langsung meminum air bersuhu terlalu dingin atau panas, karena selama 12 jam lebih tubuh tidak menerima asupan baik makanan ataupun cairan sehingga perlu beradaptasi terlebih dahulu.

"Misalnya minum air bersuhu ruang untuk buka nanti setelah itu mau minum yang dingin silahkan. Tapi jangan langsung yang dingin banget atau panas banget," jelasnya.

dr Diana juga menyarankan masyarakat untuk membuat takjil sendiri di rumah. Misalnya membuat minuman sehat seperti smoothie.

"Kita bisa bikin smoothie dari buah-buahan dicampur dengan yogurt atau susu," ucapnya.

"Segarnya dapat, seratnya dapat, sehatnya dapat dibandingkan dengan takjil yang biasanya kaya kolak atau candil kan biasanya itu pakai santan jadi lemaknya tinggi," tuturnya.
Share:

Jumat, 24 April 2020

689 Meninggal dari 8.211 Kasus, Tingkat Kematian Corona RI 8,39 Persen


Syair Dinda - Pemerintah pada hari Jumat (24/4/2020) mengumumkan total kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia menjadi 8.211 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 689 di antaranya meninggal dunia sementara 1.002 orang lain dinyatakan sembuh.
"Konfirmasi positif sebanyak 436, sehingga jumlahnya menjadi 8.211. Kasus sembuh bertambah 42 orang, sehingga akumulasinya menjadi 1.002 orang. Kasus meninggal bertambah 42 orang, sehingga akumulasinya menjadi 689" kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Jumat (24/4/2020).

Dengan data tersebut artinya tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) virus Corona di Indonesia saat ini ada di angka 8,39 persen. Terjadi sedikit naik dari hari Kamis kemarin yang angkanya 8,32 persen.

Data yang dihimpun oleh Research Center Johns Hopkins University menunjukkan rata-rata CFR wabah Corona di dunia saat ini ada di angka 7,03 persen.

Amerika Serikat (AS) masih ada di urutan pertama sebagai negara dengan jumlah kasus Corona terbanyak yaitu 800.926 kasus. Berikutnya diikuti Spanyol sebanyak 208.389 kasus dan Italia 187.327 kasus.

Sebagai perbandingan AS memiliki CFR Corona 5 persen, Spanyol 10,42 persen, dan Italia 13,39 persen.
Share:

Ini Alasan Sebaiknya Tak Langsung Konsumsi Makanan Berat Saat Buka Puasa


Syair Dinda - Saat berpuasa tubuh akan kehilangan banyak energi karena tidak adanya asupan makanan selama lebih dari 12 jam. Ini bisa membuat sebagian orang menjadi 'kalap' saat berbuka puasa, sehingga langsung mengonsumsi makanan berat ketika adzan magrib berkumandang.
Ahli gizi dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, dr Titi Sekarindah, MS, SpGK, mengatakan saat berbuka puasa sebaiknya jangan langsung mengonsumsi makanan berat.

"Makannya pelan-pelan karena usus kita sudah 14 jam nggak bekerja terus jangan langsung kasih beban yang banyak, nanti enzim-enzimnya nggak siap untuk mencerna. Jadi nanti bisa sakit perut.

"Jadi pelan-pelan saja jangan terlalu kaya balas dendam nanti sakit perut," lanjutnya.

Menurut dr Titi saat berbuka puasa sebaiknya konsumsi makanan yang lebih ringan terlebih dahulu dan berikan jeda sebelum akhirnya mengonsumsi yang lebih berat.

"Tahap-tahapannya itu buka dengan yang manis, sehabis itu salat kemudian baru buka dengan yang seimbang ada nasi, protein hewani, tahu, tempe, dan sayur. Jadi ada jedanya dulu dan bertahap," pungkasnya.
Share:

UEFA Tolak Pembatalan Kompetisi, Liverpool Hampir Pasti Juara Liga


Syair Dinda - UEFA menolak pembatalan kompetisi musim ini dan memberikan kemudahan jika liga tak bisa dimainkan lagi. Gelar juara ditentukan berdasarkan prestasi setiap tim.
Pandemi virus Corona di Eropa membuat berbagai kompetisi di Benua Biru ditangguhkan sementara. Sampai saat ini, belum diketahui pasti kapan pertandingkan akan dimainkan kembali.

Ketidakpastian tersebut menimbulkan spekulasi jika kompetisi bakal dihentikan total atau dibatalkan tanpa adanya tim yang menjadi juara. Kendati demikian, beberapa kompetisi domestik masih mengupayakan untuk bisa melanjutkan lagi pertandingan yang ada.

Salah satunya adalah Premier League yang berkomitmen menyelesaikan sisa pertandingan musim ini. Meski demikian, Liga Inggris juga mendapat rintangan berupa waktu padat dan mepet untuk melakukan hal itu.

Andai Premier League mau pun liga lainnya tidak bisa melanjutkan pertandingan hingga akhir musim, UEFA telah memberikan kelonggaran. Melansir Daily Mail, badan tertinggi sepakbola Eropa itu membolehkan federasi tiap negara menentukan siapa tim yang menjadi juara, degradasi, atau lolos ke kompetisi Liga Champions.

UEFA menegaskan jika prosedur mana pun yang nanti akan dipilih harus berdasarkan pada prinsip-prinsip yang objektif, transparan, adil dan non-diskriminatif. UEFA juga memastikan tidak ada pembatalan kompetisi di musim ini, yang artinya tetap ada tim yang menjadi kampiun di liga domestik.

Mekanisme yang sangat mungkin diterapkan yakni dengan menghitung nilai poin per pertandingan setiap tim, yang nantinya akan digunakan untuk urutan tabel akhir klasemen. Bila prosedur itu yang kemudian dipakai, maka Liverpool sudah hampir dipastikan menjadi juara Liga Inggris musim ini.
Skuat asuhan Juergen Klopp itu saat ini sudah meraih 82 poin dari 29 pertandingan yang telah dimainkan. Liverpool unggul 25 poin dari Manchester City di urutan kedua yang mengumpulkan 57 poin dari 28 laga.


Share:

Kamis, 23 April 2020

Copyright © Syair Dinda | Powered by Blogger